News  

Mantan Engineer Microsoft Bikin Task Manager Baru dengan Bantuan AI

New Task Manager TMOG Made by an Ex-Microsoft Engineer

Task Manager sudah jadi bagian dari Windows selama puluhan tahun. Siapa sangka, orang yang dulu ikut membangunnya untuk Windows NT 4.0 kini muncul lagi dengan proyek serupa. Kali ini caranya jauh berbeda.

Namanya Dave W. Plummer, mantan engineer Microsoft. Ia membuat aplikasi bernama Task Manager OG, disingkat TMOG. Yang bikin proyek ini agak lain dari biasanya: sebagian besar dikerjakan dengan bantuan AI coding agent, Claude Code.

TMOG bukan tiruan Task Manager Windows dalam wujud baru. Ada versi Linux, ada versi macOS, dan masing-masing dibangun secara native sesuai sistem operasinya—bukan satu aplikasi yang tinggal disalin ke platform lain.

Apa Itu TMOG?

Inspirasinya jelas: Task Manager Windows dan Activity Monitor macOS. Tapi tujuannya bukan cuma bikin ulang dengan tampilan beda. Yang dikejar Plummer adalah informasi sistem yang lebih lengkap, semua dalam satu aplikasi.

Halaman utamanya saja sudah menampilkan penggunaan CPU, RAM, penyimpanan, aktivitas jaringan, konsumsi daya, temperatur, sampai proses yang sedang berjalan. Mau lebih dalam lagi? Ada rincian tiap logical processor, ada process tree yang menggambarkan hubungan antarproses, ada juga interface jaringan dan daftar service yang aktif.

Cakupannya memang luas—mungkin istilah yang lebih pas untuk TMOG bukan “task manager”, tapi system monitoring tool.

Tampilan Diperbarui hingga 60 FPS

Antarmuka TMOG bisa diperbarui hingga 60 FPS. Plummer sendiri yang mengklaim ini, dan angkanya jauh di atas kelaziman aplikasi monitoring sistem pada umumnya—yang biasanya cukup puas memperbarui data tiap satu atau dua detik.

Soal tema, ada mode terang, ada mode gelap, ada juga beberapa tema bergaya monitor lawas dengan warna fosfor hijau, amber, biru. Tampilannya jauh lebih hidup dibanding Task Manager bawaan Windows.

Sebagian orang mungkin merasa ini kebanyakan. Terlalu ramai. Tapi buat yang suka nuansa retro, atau ingin melihat data sistem bergerak dengan cara yang lebih dinamis, justru di situ letak daya tariknya.

Dibuat dengan Bantuan Claude Code

Bagian paling menarik dari TMOG sebenarnya bukan fitur, bukan juga tampilannya. Melainkan caranya dibuat.

Plummer memakai Claude Code untuk membangun aplikasi ini. Tapi jangan bayangkan prosesnya seperti mengetik “Buatkan saya Task Manager” lalu selesai. Ia lebih dulu menulis spesifikasi sepanjang 107 halaman—dokumen rinci yang menjelaskan apa saja yang harus dibuat. Baru setelah itu diserahkan ke Claude Code untuk diterjemahkan jadi kode.

Empat setengah jam. Itu waktu yang dibutuhkan untuk versi awal TMOG rampung. Setelah itu barulah masuk tahap yang lebih membosankan: pengujian, perbaikan bug, penyempurnaan sana-sini—proses yang sama sekali tidak berbeda dari pengembangan software pada umumnya.

AI Tidak Berarti Programmer Tinggal Kasih Satu Perintah

Ada satu hal yang gampang terlewat kalau orang cuma dengar judulnya saja: Plummer bukan orang awam yang asal menyuruh AI membuat aplikasi. Ia paham betul seluk-beluk Task Manager dan sistem operasi Windows—fiturnya, perilakunya, cara kerjanya. Puluhan tahun pengalaman itulah yang memungkinkan dia menyusun spesifikasi sedetail 107 halaman.

AI di sini mempercepat proses mengubah rancangan jadi kode. Soal apa yang harus dibangun, itu tetap keputusan manusia.

Bukan Aplikasi Web yang Dikemas untuk Semua Platform

Di Windows, TMOG memakai Win32 native. Di macOS, dibangun dengan Swift dan AppKit, mendukung macOS 13 ke atas di Apple Silicon maupun Intel. Versi Linux-nya memakai C++ dan Qt 6.

Tiga platform, tiga implementasi berbeda—tapi semuanya berbagi satu inti yang sama, core berbasis C++ yang menjaga model data, aksi, dan metrik sistem tetap konsisten. Tidak ada Chromium di sini. Tidak ada teknologi web yang dipaksakan demi kompatibilitas lintas platform.

Bagaimana dengan Windows ARM?

Versi beta yang beredar sekarang masih untuk arsitektur x64 saja. Pengguna Windows on ARM belum kebagian—beda dengan macOS yang sudah mendukung Apple Silicon maupun Intel sejak awal.

TMOG Masih Tahap Beta

TMOG masih berstatus beta, dan Plummer masih terus membenahi masalah berdasarkan masukan yang masuk sejak rilis awal.

Satu catatan penting: build yang tersedia belum ditandatangani secara digital. Jadi jangan kaget kalau Windows menampilkan peringatan keamanan dan meminta persetujuan manual sebelum aplikasi bisa dijalankan.

TMOG lebih cocok dipandang sebagai proyek yang menarik untuk dicoba. Bukan pengganti Task Manager Windows yang sudah matang bertahun-tahun.

TMOG Menunjukkan Babak Baru dalam Vibe Coding

Yang menarik dari TMOG bukan sekadar karena aplikasi seperti Task Manager bisa dibuat dalam waktu singkat. Yang lebih penting adalah bagaimana seorang programmer berpengalaman memakai AI sebagai partner kerja untuk mewujudkan rancangan yang sudah dipikirkan matang sejak awal.

Ada spesifikasi 107 halaman di balik TMOG. Ada pengujian, ada debugging, ada evaluasi panjang setelah kode awal jadi. Vibe coding, dalam kasus ini, bukan berarti programmer cukup menulis satu-dua kalimat perintah lalu duduk santai menunggu AI menyelesaikan semuanya.

Kalau ada satu hal yang bisa dipetik dari proyek ini: bukan “AI sekarang bisa menggantikan programmer“. Programmer yang tahu cara bekerja bersama AI, itu yang mampu mengubah ide rumit jadi software yang benar-benar berfungsi—dengan kecepatan yang jauh di luar kebiasaan.

Dan ada ironi kecil di baliknya: AI kini membantu pencipta Task Manager lama, membangun ulang versi baru dari aplikasi yang pernah ia bangun sendiri puluhan tahun silam.

Ingin Mencobanya?

Kalau tertarik mencoba sendiri, TMOG bisa diunduh lewat situs resminya. Cukup diingat saja: ini masih beta, jadi jangan kaget kalau misal ada bug yang kamu temui.

Situs resmi TMOG: https://tmog.org/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *