Buat kamu yang lagi belajar programming, cepat atau lambat — biasanya sih cepat — kamu bakal ketemu sama yang namanya Linux. Entah kenapa, banyak banget tools dan workflow development yang kalau dipakai di Linux tuh rasanya lebih “pas”, lebih natural gitu, dibanding di OS lain.
Nah kabar baiknya nih. Kalau laptop atau PC kamu masih pakai Windows, tenang, kamu nggak perlu install ulang, nggak perlu dual boot, pokoknya nggak perlu ribet-ribet ganti sistem operasi cuma buat belajar Linux.
Ada solusinya, namanya WSL (Windows Subsystem for Linux).
Dengan WSL ini, kita jadi bisa punya lingkungan Linux yang jalan langsung di dalam Windows. Windows-nya tetap kepake seperti biasa — buka Chrome, buka Spotify, semua normal — tapi di saat yang bersamaan, ada “dunia” Linux yang bisa kita pakai buat belajar, ngoprek project, nyobain tools development, dan macem-macem kebutuhan lain. Lumayan lah, dua-duanya jalan bareng.
Di artikel ini, kita bakal kenalan sama WSL dari nol dulu ya. Mulai dari masang Ubuntu-nya, terus bikin user Linux buat dipakai sehari-hari, sampai ngatur biar user itu otomatis kepake tiap kali kita buka Ubuntu-nya — jadi nggak perlu login manual mulu.
Apa Itu WSL?
WSL itu singkatan dari Windows Subsystem for Linux. Namanya emang agak panjang ya, tapi konsepnya sebenernya simpel kok.
Intinya, WSL ini bikin kita bisa jalanin lingkungan Linux langsung di Windows. Jadi Windows-nya nggak perlu dihapus. Nggak perlu juga bikin dual boot Windows sama Linux yang ribet itu — dulu aku sempet nyoba dual boot, dan ya, lumayan bikin pusing kalau salah partisi. Kita tetep pake Windows kayak biasa, tapi di sisi lain punya “ruang” Linux yang bisa dibuka kapan aja pas butuh.

Contohnya gini deh. Kita lagi pakai Windows buat kerjaan sehari-hari — buka email, nonton YouTube, dsb. Terus, di saat yang sama, kita pengen belajar:
- Linux
- Git
- Python
- Node.js
- Backend development
- Server
- DevOps
- AI tools
- atau software development lain-lainnya
Nah, WSL ini yang bisa kita pakai sebagai “tempat belajar” buat semua itu.
WSL Bukan Ubuntu
Menginstall WSL bukan berarti menginstall Ubuntu. Ini dua hal yang berbeda. WSL itu teknologinya — teknologi dari Windows buat bisa jalanin Linux. Sedangkan Ubuntu itu salah satu Linux distribution yang jalan di atas WSL tadi.
Gampangnya begini:

Jadi urutannya kira-kira:
Windows
↓
WSL
↓
Ubuntu
Ubuntu ini nanti yang bakal kita pakai terus sebagai lingkungan Linux kita.
Kenapa Pakai Ubuntu?
Linux itu punya banyak banget distro (distribution). Ada Ubuntu, Debian, Fedora, Arch Linux, dan masih banyak lagi — masing-masing punya karakter sendiri.
Tapi buat pemula, Ubuntu ini termasuk yang paling nyaman dipakai. Kenapa? Ya karena tutorialnya banyak, dokumentasinya lengkap, komunitasnya juga gede — jadi kalau nyangkut error, biasanya udah ada yang pernah ngalamin dan nulis solusinya.
Di artikel ini kita bakal pakai: Ubuntu 24.04 LTS.
LTS itu singkatan dari Long Term Support. Buat belajar sekaligus bangun environment development, versi LTS ini pilihan yang masuk akal — soalnya fokusnya emang di dukungan jangka panjang dan stabilitas. Nggak neko-neko, aman dipake lama.
[gambar: logo Ubuntu dan ilustrasi Ubuntu berjalan di dalam WSL]
Instal WSL di Windows 11
Pastikan dulu komputer kita pakai Windows yang mendukung WSL ya. Kalau Windows-nya udah lumayan baru, harusnya sih aman.
Kita juga bakal butuh akses administrator, soalnya proses instalasi WSL ini bakal ngutak-ngatik sistem Windows kita. Untuk kebanyakan pengguna Windows modern sekarang, prosesnya udah jauh lebih simpel kok — nggak kayak dulu-dulu yang harus download komponen ini itu secara manual satu-satu. Sekarang mah tinggal beberapa command aja.
Langkah 1 — Periksa fitur Windows Subsystem For Linux
- Tekan tombol Windows+R untuk membuka Run.
- Ketik
optionalfeatureskemudian tekan ENTER untuk membuka Windows Features. - Pastikan opsi Windows Subsystem For Linux tercentang.

Langkah 2 — Membuka PowerShell sebagai Administrator
Pertama-tama, buka PowerShell-nya, tapi sebagai Administrator ya, ini penting. Caranya:
- Klik Start .
- Cari PowerShell.
- Klik kanan di Windows PowerShell (atau PowerShell).
- Pilih Run as administrator.

Nah, setelah PowerShell-nya kebuka, kita cek dulu — siapa tau sudah ada distro WSL yang sudah terinstall. Jalanin aja:
wsl --list --verbose
Kalau hasilnya Windows Subsystem for Linux has no installed distributions berarti WSL masih kosong. Lanjut.
Langkah 3 — Install WSL
Disini kita bisa memilih disto apa dan versi berapa yang akan kita Install. Kita bisa mengeceknya dengan menjalankan perintah
wsl --list --online

Pilih salah satu distro. Disini saya memilih Ubuntu-24.04. Maka perintahnya adalah:
wsl --install -d Ubuntu-24.04
Command ini bakal otomatis ngaktifin komponen-komponen yang dibutuhin buat WSL, sekalian masangin distribution Linux Ubuntu-24.04.
Langkah 4 — Membuat User
Setelah proses download dan install selesai. Kamu akan diminta membuat user dan password default.

Sekarang distro Ubuntu sudah terpasang di WSL. Kamu juga bisa memeriksanya langsung di FileExplorer. Di panel kiri paling bawah kamu bakal nemuin ikon Linux (
Mengenal Sedikit Perintah WSL
Setelah WSL kepasang, ada beberapa command yang bakal sering banget kita pake di Poweshell Windows.
Melihat distribution yang terpasang
wsl --list --verbose
atau versi pendeknya:
wsl -l -v
Melihat distribution yang tersedia
wsl --list --online
Menjalankan distribution tertentu
wsl -d Ubuntu-24.04
Mematikan seluruh instance WSL
wsl --shutdown
Command yang terakhir ini lumayan berguna lho, kalau misalnya kita pengen restart lingkungan WSL-nya doang, tanpa harus restart Windows secara keseluruhan. Lumayan hemat waktu.
Apakah Ubuntu Berjalan Seperti Virtual Machine?
Ini pertanyaan yang lumayan sering muncul, dan wajar aja sih ditanya.
Jadi gini, WSL emang nyediain lingkungan Linux yang terisolasi dari Windows. Tapi pengalaman pakainya dibikin jauh lebih nyatu — nggak kayak jalanin virtual machine tradisional yang biasanya berasa “beda dunia” gitu.
Kita bisa buka terminal Ubuntu langsung dari Windows, terus kerja pakai command Linux kayak:
ls
cd
pwd
mkdir
sudo
apt
git
Sementara itu, Windows-nya tetep jalan seperti biasa aja di sisi lain. Nggak saling ganggu.
Untuk sekarang, kita nggak perlu mikirin detail arsitektur di balik WSL ini terlalu dalam dulu. Yang penting kita udah tau intinya:
Kita sekarang punya lingkungan Linux yang bisa langsung dipakai dari Windows.
Windows dan Linux Bisa Saling Berinteraksi
Salah satu hal yang menurutku menarik dari WSL adalah, kita ini nggak bener-bener keisolasi dari Windows. Ada jembatannya.
Dari Ubuntu, kita bisa akses filesystem Windows lewat /mnt/c.
Misalnya:
cd /mnt/c
Terus:
ls
Nah, kita bakal bisa liat isi drive C Windows kita dari situ. Drive lain juga bisa diakses dengan pola yang sama persis. Misalnya drive D:
/mnt/d
Jadi intinya, Windows dan Ubuntu ini bisa kerja berdampingan, saling akses. Nah, ini sangat membantu ketika kamu membutuhkan environment Linux tetapi tetap menggunakan Windows sebagai OS utama.






